APA ITU SANAD DAN MATAN?

oleh : ibnuhazam/mesrarakyat

Untuk lebih mudah memahami apakah sanad dan matan, mari kita lihat contoh sebuah hadith berikut :

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ

الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ

اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ

قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا

لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا

فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

صحيح البخاري – )ج 1 / ص 3(

Sanad secara bahasa artinya sandaran.

Secara istilah ahli hadith pula adalah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya.

Sanad dimulai dari rawi yang awal (sebelum pencatat hadits) dan berakhir pada orang sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni Sahabat.

Misalnya al-Bukhari meriwayatkan hadits di atas, rawi yang sebelum al-Bukhari dikatakan awal sanad (ALHUMAIDI ABDULLAH BIN ZUBAIR) sedangkan Shahabat yang meriwayatkan hadits itu dikatakan akhir sanad (UMAR BIN ALKHATTAB).

Di dalam contoh di atas sanad diwarnakan dengan warna merah.

Abdullah bin al-Mubarak (wafat th. 181 H) rahimahullah berkata: “Sanad itu termasuk dari agama, kalau seandainya tidak ada sanad, maka orang akan berkata sekehendaknya apa yang ia inginkan” [Syarah Sahih Muslim, anNawawi 1/87]

Matan pula secara bahasa artinya kuat, kukuh, keras

Manakala, matan dari istilah ahli hadith ialah teks (isi, ucapan atau lafaz-lafaz) hadits

Di dalam contoh di atas, matan di warnakan dengan warna hijau.

Wallahua’lam

2 Comments (+add yours?)

  1. deri
    Mar 31, 2010 @ 22:40:01

    asslamu’alaikum sedikit sya mau nanya terus bukhari kan yang meriwayatkan hadist tapi kok perawi nya umar bin khatab jadi bukhari letak nya dimana,terus meriwayatkan hadist itu istilah dalam bahasa indonesia nya apa.kalau dapat kasih contoh nya biar lebih paham..terima kasih

    Reply

    • mesrarakyat
      Apr 05, 2010 @ 08:59:29

      wah bahasa indonesianya..saya ringkaskan soalannya :

      di dalam sebuah hadith, ada nama perawi iaitu Umar, tetapi di dalam riwayat Imam Bukhari. Bagaimana itu boleh berlaku? Itukah yang ditanya atau ana yang tak faham soalan enta, huhu.

      JAWAB :
      Contoh mudah begini :

      “Seekor kancil sangat comel”. Kisah ini dari mulut Abu. Abu pula cerita pada Ali. Ali cerita pada Osman. Osman cerita pada Salmah. Salmah cerita pada Ayu. Ayu cerita pada saya, Zul.

      Formulanya :

      “Dari Ayu, Dari Salmah, Dari Osman, Dari Ali katanya : Aku dengar Abu berkata “seekor kancil sangat comel!” Riwayat Zul. Nama Zul tidak masuk dalam cerita, tetapi letak dibawah sebagai riwayat Zul.

      Ini contoh mudah. Mudah-mudahan faham.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: